Tampilkan postingan dengan label Perbaikan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbaikan Komputer. Tampilkan semua postingan

Tips Atasi Masalah Umum Pada Komputer Anda

PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak terdeteksi, drive optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal tampilannya, atau router yang terlalu sering hang? Jangan panik, cari solusinya di sini!

Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC berulah, dan tidak dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai panduan troubleshooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini bisa juga terjadi pada Anda.

Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat berulah. Bisa saja sesaat setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah melakukan penambahan perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan ataupun pemberitahuan sebelumnya.

Dan ulasan kali ini akan membahas hal-hal tersebut di atas. Usah gelisah dan tidak perlu panik menghadapinya.

Duduk tenang, dan ikuti saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu di antaranya adalah jawaban dari masalah yang Anda hadapi dengan PC kesayangan Anda.

Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug

Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik untuk penggunanya. Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang mengusung teknologi terbaru, pada batch awal juga disertai dengan perbagai masalah yang cukup memusingkan.

Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru. Inilah beberapa kasus yang sering dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu diadakan beberapa riset skala kecil, untuk dapat menjalankan serangkaian tes dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update BIOS, update driver ataupun sekadar manual ter-update dari produk yang bersangkutan.

Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan makin tajamnya persaingan ATi Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan chipset terbaru, terus berdatangan ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi patch software pengujian. Untuk dapat menjalankannya.

Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata? Pada penggunaan sehari-hari Anda dengan PC

Langkah Pembukaan
Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat menentukan. Begitu juga dalam memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.

Pada subbahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam mencoba menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah mencoba mengetahui, apa yang menyebabkan PC Anda berulah. Perubahan terakhir apa yang terjadi pada PC?

Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti. Mengingat, hal ini akan sangat memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan. Disesuaikan dengan kemungkinan masalah yang terjadi. Dari sini, memungkinkan untuk mempersempit kemungkinan masalah yang terjadi dengan PC Anda.

01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.
Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?

Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.

Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.

Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.

Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.

02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.
Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.

Solusi: Fiuhh...setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.

Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).

Harddisk

Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak
terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.

03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.
Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.

Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.

Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.

Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.

Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.

Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.

04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.

Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.

Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.

Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman.

Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk kebanyakan orang.

Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.

Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.

Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.

Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.

05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.
Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.

Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.

Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator (http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm). Cukup dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.

Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.

Drive Optik
Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.

06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.
Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat digunakan dengan drive baru. Mengapa demikian?

Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan disertai dengan software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar drive optik yang tidak disertai dengan software burner.

Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan. Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki proteksi, sehingga hanya dapat dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim biaya adalah dengan meng-upgradenya. enggunakan Nero 6 Reloaded Upgrade Downloadable Serial Number (www.nero.com, seharga US$39,99). Ini lebih murah dibanding versi lengkapnya.

07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.
Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hingga dua kali ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?

Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.

Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah bekerja pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).

Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bagian Current Transfer Mode. Periksa pada masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic terpasang.

VGA dan Display
Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan resolusi dan refresh rate yang tidak melelahkan mata. Namun, bukan berarti keduanya bebas dari masalah.

08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.
Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna. Namun setelah sistem restart, ada peringatan box error: “cli.exe Application Error. The application failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.” Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Solusi: Beberapa pengguna video card dengan chipset VPU ATi Radeon pernah merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi pendukungnya dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi Catalyst yang ditujukan khusus untuk operating system Windows ini, dibuat dengan menggunakan Microsoft .NET Framework SDK.

Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft .NET Framework. Yang sekarang sudah tersedia adalah untuk versi 1.1.

Ini akan berguna sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang dibuat dengan memanfaatkan Microsoft .NET Framework SDK. Untuk mengatasi semua masalah, yang menyebabkan munculnya window pop up serupa.

09. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.
Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena pada beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.

Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file instaler update driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall dari driver lama yang sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda melakukan pembersihan operating system Anda dari driver lama yang pernah ada. Sebelum menginstalasinya dengan update terbaru yang diinginkan.

Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda dapat dengan mudah melakukan proses uninstall driver lama, beserta beberapa aplikasi pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST Uninstaller, yang otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI CATALYST.

Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk membersihkan driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver Cleaner, yang sekarang sudah tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya Professional Edition (www.drivercleaner.net).

10. Memperbaiki Tampilan pada Monitor.
Permasalahan: Anda sudah memilih monitor terbaik. Katakanlah sebuah Monitor TFT-LCD, atau “sekadar” monitor CRT merk terkemuka, yang sering memenangkan review hardware. Namun tampilan yang dihasilkan tidak memuaskan. Apa yang harus dilakukan?
Solusi: Sehebat apapun setiap perangkat, tidak akan optimal tanpa konfigurasi yang optimal. Begitu juga untuk monitor.

Kebanyakan monitor LCD memiliki tombol khusus AUTO (atau sejenis), untuk konfigurasi secara otomatis. Sesuai dengan data yang dikomunikasikan antara monitor dengan video card dengan DDC. Namun kadang tidak sempurna. Kebanyakan gangguan moire masih terasa. Anda dapat menggunakan Monitor Test, dan mencoba mengalibrasikan hingga gangguan moire minim.

Untuk monitor CRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast dan brightness. Contrast akan mengatur kekuatan cahaya monitor. Tapi jika berlebihan akan melelahkan mata. Brightness akan memperterang. Namun jika terlalu tinggi, akan kehilangan black level. Dan pada beberapa kasus juga akan mengganggu tampilan fokus monitor.

Networking
Koneksi Internet DSL memang menawarkan kecepatan yang terbilang memuaskan. Harga penawaran paketnya beragam, dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, masalah pun juga tidak terlepas darinya. Dan bukan hal yang mudah untuk membuat sebuah Internet connection yang bebas dari masalah.

11. Router Hang, dan Perlu Direstart.

Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah terjadi. Namun belakangan ini, sering kali router hang dan perlu di-restart untuk mendapat koneksi Internet pada PC yang terhubung dengan router.

Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap saja bisa mengalami hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak permintaan koneksi pada waktu yang bersamaan. Dan selama ini, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan restart router (mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali).

Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update firmware, Anda bisa mencobanya untuk mengupdate firmware untuk memperbaiki proses routing dan mencegah crash pada router.

Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini juga bisa disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC. Jalankan antivirus dan antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek masing-masing PC.

Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang terinstal pada tiap PC client router tersebut. Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer (P2P). Aplikasi semacam ini juga dapat menyebabkan hal tersebut. Jika tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P bisa saja membuka sharring permission-nya, sehingga jika request terlalu banyak otomatis akan membebani kerja router Anda.

12. Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.
Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi-Fi, sesekali terputus secara tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sesekali terjadi pada notebook Centrino yang sudah dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi.

Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook Centrino secara default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk menghemat konsumsi baterai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).

Atau melalui properties pada device WI-Fi ethernet, pada Network Connections. Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat setting untuk mengoptimalkan konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power, berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan Power Management, akan menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle notebook. Dan secara otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.

Hal ini, yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus. Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan.

Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi jika Anda tidak khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena tersedia tombol shortcut untuk langsung mematikan fungsi Wi-Fi di kebanyakan notebook Centrino.

Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari waktu idle penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi-Fi Anda tiba-tiba terputus karena waktu idle 5 menit telah terlewati. Padahal Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk sekadar ke WC ataupun membuat secangkir kopi hangat. -

B. Setyo Ryanto (PC Media)
http://nugroz85.blogspot.com
»»  READMORE...

Tips cara memperbaiki Hardisk

Salah satu hal yang paling menyebalkan pada komputer kita adalah rusaknya hardisk kita. Kerusakan ada beberapa level yg terjadi pada level ini biasanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.
- Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan diformat). /C digunakan untuk mebersihkan cluster yg rusak.
- Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik pembuat Harddisk.
- Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet programnya.
- Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
- Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara membaginya dan tidak
menggunakan sector yang rusak.
Level 2
Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
- Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
- Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery, Stellar Phoniex dll.
Level 3
Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.
Level 4
Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh BIOS banyak cara
»»  READMORE...

Mengatasi Kerusakan Master Boot Record

perbaikan master boot recordSalah satu bagian dari sistem operasi Windows XP yang sering bermasalah adalah rusak atau hilangnya master boot record. Tetapi sebelum kita lanjutkan, pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud master boot record ? Sebuah master boot record adalah jenis sektor boot dan merupakan sektor pertama yang disimpan pada hard disk drive atau perangkat penyimpanan lainnya. Sebuah master boot record biasanya berisi kode komputer yang diperlukan untuk memulai proses boot.
Perbaikan master boot record pada sistem Windows XP dapat Anda lakukan menggunakan perintah fixmbr yang tersedia dalam Recovery Console. Hal ini diperlukan ketika master boot record rusak karena virus atau beberapa jenis penyebab kerusakan. Kerusakan master boot record bisa juga disebabkan oleh karena terinfeksi oleh virus lalu kita buang dengan antivirus
Ikuti langkah-langkah mudah untuk memperbaiki master boot record yang rusak pada Windows XP. Diperlukan waktu sekitar 15-20 untuk memperbaiki kerusakan ini.  Inilah langkah-langkahnya:
  1. Jalankan proses Recovery Console 
  2. Ketika Anda mencapai command prompt (Langkah 7 di link di atas), ketik perintah “fixmbr” tanpa tanda petik dan kemudian tekan Enter.
  3. Utilitas fixmbr akan menulis master boot record ke hard drive yang saat ini Anda gunakan untuk boot ke Windows XP. Proses ini akan memperbaiki segala kemungkinan kerusakan atau korup pada master boot record.
  4. Setelah proses perbaikan selesai, keluarkan CD Windows XP, ketik “Exit” kemudian tekan Enter untuk restart PC Anda.
Dengan asumsi bahwa masalah Anda adalah hanya korup master boot record, sekarang harusnya Windows XP sudah berjalan normal.

Source : http://agussale.com
»»  READMORE...

Menghilangkan Restore My Active Desktop

Akhir-akhir ini, Komputerku aneh banget. Enggak tahu kenapa kok sering banget error dan muncul tombol yang bertuliskan “restore my active desktop” seperti ini
yang kalau diklik akan muncul script yang bertuliskan kayak gini :
"An error has occured in a script on this page:
Line 65
Char 1
Apa coba maksudnya?
Setelah kucoba masuk ke explorer, dan kucari lokasi dari file diatas, ternyata ada sebuah file aneh yang hanya bisa dilihat jika pada folder options kita klik view dan kita centang tulisan show hidden files and folder. Aku pikir itu adalah sebuah virus yang harus dimusnahkan dari dunia komputer. Dan setelah kucoba berkali kali sampe panas dingin menyelimuti tubuhku dan air keringat membasahi seluruh bajuku karena kecapekan gantian nekan tombol delete dan juga backspace, akhirnya aku putus asa dan file tersebut tetap ada dan tidak pernah bisa dihapus juga. Mungkin karena file tersebut bukanlah virus seperti yang kubayangkan melainkan sebuah file system yang bisa membuat komputer akan tidak bisa berjalan dengan semestinya lagi kalau dihapus begitu saja.
Dan akhirnya aku pun pasrah menghadapi nasib bahwa desktop laptopku memang benar-benar rusak dan tidak bisa dikembalikan lagi.
Setalah berhari-berhari memandangi desktop aneh seperti itu, rasanya pengen banget bisa ngeliat gambar background yang ada di desktop lagi. Setelah lama berpikir,aku memutuskan untuk bertanya pada salah satu search engine yang sangat egois yang tidak pernah mau mengakui kekurangannya dan selalu memberi jawaban kayak gini jika apa yang anda cari tidak ada “maaf, kata kunci yang anda masukkan salah dan tidak cocok dengan dokumen manapun. Saran kami, pastikan semua kata dieja dengan benar, coba kata kunci yang berbeda, atau coba kata kunci yang lebih umum”. Sangat egois bukan?
Tapi enggak apalah, toh selama ini aku juga sudah banyak dibantu olehnya.
Waduh, kok jadi ngomongin search engine gini sih. Sampai mana tadi ya?oh iya, akhirnya aku pun menanyakan permaslahan yang kualami tadi pada search engine tersebut dengan harapan search engine tersebut dapat memberi jawaban sebagaimana jawaban dukun-dukun atas pertanyaan klien setianya atau setidaknya seperti layakanya dokter yang meski tidak bisa menyembuhkan langsung namun masih mau memberi resep obat, saran, dan juga pantangankepada kita dengan harapan agar kita segera disembuhkan oleh-Nya.
Setelah kumasukkan kata “restore my active desktop” di search engine tersebut, tidak lama kemudian muncullah 10 website yang memilik rating paling tinggi untuk keyword tersebut. Meski tidak jarang isi dari semua website tersebut merupakan hasil copy paste dari salah satu website tertentu atau bahkan isi dari website tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang kita inginkan, alhamdulillah untuk kali ini, search engine yang satu ini dapat memberikan jawaban yang sangat memuaskan.
Dan ternyata, cara untuk menyembuhkan desktopku seperti semula tidaklah sesusah mengerjakan Kalkulus II ataupun Fisika. Selain itu, untuk menyembuhkan desktop yang mengalami kelainan seperti diatasjuga tidak harus antri menunggu giliran seperti halnya ketika antri untuk mendapatkan air kobokan ponari ataupun antrian bantuan langsung tunai(BLT) yang tidak jarang membuat orang menginap disana berhari-hari.
Jika anda mengalami hal yang sama denganku, jika desktop anda mengalami error yang membuat muncul tulisan restore my active desktop. Anda nggak perlu cemas, yang harus anda lakukan adalah
1. Klik tombol start
2. Klik run
3. Ketikkan regedit pada kolom yang ada di run
4. Setelah muncul registry editor, cari entri dibawah ini
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Desktop\SafeMode\Components
5. Ganti nilai yang ada pada DeskHtmlVersion REG_DWORD 0x00000110(272) menjadi nol
6. Tutup registry editor
7. Setelah itu, refresh komputer anda
Jika, ternyata masih belum bisa berubah. Coba anda restart komputer anda.
Hanya demikian yang bisa aku jelaskan. Semoga bermanfaat

sumber : http://lembaranbarukehidupan.blogspot.com/
»»  READMORE...

Komputer Nggak Bisa Di Shutdown

Komputer tidak bisa shutdown alias komputer tidak mau mati, tidak mau “Log Off” adalah masalah yang sangat sering terjadi. Yang paling stress adalah mereka yang termasuk kelas pemula. Ketika mencoba untuk log off, restart, atau shut down komputer berbasis Windows tidak memberi respon dan adakalanya proses shutdown ini hanya berjalan setengah perjalanan dan berhenti merespon sehingga komputer tidak benar-benar mati. Artinya Anda tidak bisa log off, tidak bisa restart, atau komputer tidak bisa shut down.

Jika Anda tidak mau pusing apa penyebabnya dan ingin segera mengatasi masalah ini, lalukan langkah-langkah berikut (langkah darurat):

Klik Start Menu -> Run -> ketik regedit
Buka HKEY_CURRENT_USER -> Control Panel -> Desktop
Klik dua kali pada PowerOffActive dan ubah nilai nya menjadi 1

Penyebab tidak bisa di shutdown/restar adalah sebagai berikut...
  1. Problem ini umumnya karena registry Fast Shutdown dalam kondisi aktif. Solusi; cobalah buka registry dan non-aktifkan Fast Shutdown.
  2. Setting pada BIOS. Saya pernah menemukan bahwa penyebabnya adalah setting tertentu pada BIOS. Solusi; ketika saya kembalikan setting BIOS keposisi default, ternyata komputer bisa dimatikan
  3. Perilaku ini juga sering terjadi jika jika Anda menginstal beberapa antivirus dalam satu komputer terutama misalnya versi Norton Antivirus 2003 dulu yang menggunakan program ccApp.exe. Solusi; hendaknya Anda selektif menggunakan antivirus apalagi memasang lbih dari satu antivirus sekaligus dalam satu komputer, hal itu lumayan rawan. Bisa saja justru terjadi perang antivirus dalam komputer Anda. Jalan keluar adalah uninstall dan install ulang antivirus.
  4. Masih ada program yang sedang berjalan. Solusi; Terutama pada windows XP jika masih ada program yang belum ditutup, biasanya komputer menunggu kita untuk menutupnya barulah ia shut down.
  5. Device driver tidak kompatibel, rusak, atau konflik antar mereka. Solusi; Periksa device driver yang mungkin Anda baru pasang jangan sampai ini penyebabnya.
  6. Ada kesalahan adaptor video pada IRQ dalam modus real. Solusi; ganti VGA card.
  7. Masalah ini juga terjadi pada komputer yang mendukung Advanced Power Management (APM). Secara default, fitur ini tidak diaktifkan pada Windows XP. Jika BIOS di komputer Anda sudah diatur untuk APM, dan Anda meng-upgrade ke Windows XP, Anda menerima pesan ini ketika Anda shutdown komputer, dan kemudian komputer berhenti merespons.
Solusi untuk nomor 7;
1. Klik [Start], dan klik lagi [Control Panel].
2. Dalam Control Panel, klik [Performance and Maintenance], kemudian klik [Power Options].
3. Klik tab [APM].
4. Beri tanda centang pada [Enable Advanced Power Management Support] kemudian klik [OK].

sumber: agussale.com
http://www.dedepurnama.com
»»  READMORE...

Cara memperbaiki dan kerusakan pada sound card

Bagi Pengguna Komputer atau PC suara adalah bagian penting dari penggunaan komputer. Baik untuk menonton film, dengarin musik atau bermain game, tanpa suara permainan akan cukup membosankan. Perangkat keras komputer yang mendorong suara di PC disebut kartu suara atau Sound Card, yang adalah salah satu bagian terpisah dari perangkat keras, atau sebuah chip yang dibangun dalam motherboard. Seperti umumnya perbaikan komputer, tips perbaikan sound card dimulai dengan cara dasar dulu. Brikut ini cara untuk memperbaiki Sound Card Komputer:

Pasang Dengan Baik Speaker Komputer: Kadang-kadang tindakan sederhana memindahkan monitor dari satu sisi meja lain dapat menyebabkan kabel kusut dan catu daya speaker mungkin tercabut. Pastikan speaker anda terpasang ke jack warna yang sesuai-kode di bagian belakang komputer, dan catu daya tersambung ke sumber listrik. Apakah lampu power nyala? Jika tidak, periksa kabel lagi untuk memastikan bahwa sudah dipasang ke port yang tepat.

Aktifkan Sound System: Setelah power speaker dihidupkan, putar tombol volume sampai sekitar 60 persen. Jika Anda memiliki headphone terpasang, lepaskan dulu. Dalam kebanyakan kasus, saat headphone terpasang, suara melalui speaker akan dinonaktifkan. Apakah suara diaktifkan pada sistem operasi Anda? Apakah volume muncul? Kebanyakan sistem operasi memiliki “ikon speaker” kecil atau ikon tipe audio lainnya terletak pada task bar utama. Jika ikon memiliki tanda merah “X” di atasnya, kartu suara tidak terdengar. Klik dua kali pada icon untuk membuka panel kontrol suara, kemudian buat penyesuaian volume yang diperlukan. Jika kartu audio dibangun secara onboard, pastikan sudah diaktifkan di BIOS. Jika Anda memiliki built-in audio plus kartu suara tambahan, menonaktifkan perangkat yang Anda tidak gunakan untuk menghindari konflik. Sebagian besar buku manual komputer secara detail memberi cara mengkonfigurasi BIOS dan menyimpan pengaturan untuk masing-masing model tertentu.

Reinstall atau Update Driver: Driver kartu suara kadang-kadang menjadi korup atau memiliki konflik setelah update sistem operasi, atau jika hardware tambahan diinstal. Jika Anda memiliki kartu suara baru, instal ulang driver yang disertakan dengan perangkat. Jika dukungan audio yang dibangun adalah onboard, download dan install driver terbaru dari situs pabrikan. Jika konflik sistem terjadi setelah menginstal perangkat tambahan, coba menguninstall driver kartu suara, reboot komputer beberapa kali, kemudian instal driver lagi. Jika sistem operasi Anda memiliki fitur system restore, coba memulihkan komputer ke salah satu restore point ketika kartu suara masih bekerja.

Buka Casing Komputer: Komponen PC kadang-kadang kedudukannya tidak tepat bila komputer sering dipindahkan. Sebagai resolusi terakhir, buka casing komputer Anda dan pastikan kartu suara terpasang dengan benar pada motherboard. Ini agak menakutkan untuk membuka komputer untuk pertama kalinya, tapi jika Anda mengikuti petunjuk dalam manual komputer Anda, itu sebenarnya merupakan proses yang mudah.

Silahkan Masukkan CD, atau memutar salah satu dari MP3 favorit Anda untuk menguji kartu suara anda. Jika masih ada indikasi suara misalnya ketika anda menggunakan Winamp tetapi suara tidak keluar ke speaker maka jelas yang rusak adalah perangkat kerasnya dan Anda mungkin perlu membeli speaker baru atau membeli kartu suara baru.

Selamat mencoba dan semoga berhasil...
Sumber: agussale
http://www.dedepurnama.com
»»  READMORE...

System tidak mengenali hardisk baru

Anda ingin menambah hardisk sebagai media penyimpanan. Namun hardisk yang baru anda pasang tidak terdeteksi, baik pada Windows maupun BIOS. Inti permasalahan ini terdapat pada pemasangan dan konfigurasi hard disk. Hardisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun ada beberapa langkah yang harus dipastikan saat memasang hard disk.

1. Pastikan hardisk sudah mendapat catu daya dari power suply. Kesalahan sepele pasokan listrik bisa saja terjadi. Terkadang anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari power suplay. Hal ini juga bisa disebabkan minimnya jumlah konektor daya dari pwer suplay.

2. Pastikan setting master dan slave hardisk tepat seperti yang diinginkan atau jika anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua hardisk lama dan baru.
3. Jika anda menginginkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada hardisk. Beberapa kabel terbaru sudah memberikan tanda khusus untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master dan konektor mana yang akan dianggap slave.

4. Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE Controller. Terdapat pula pilihan untuk setting controller hardisk SATA. Sekiranya anda mengalami masalah serupa saat ingin menambahkan hardisk baru berinterface SATA . khusus untuk hardisk SATA dan windows, jangan lupa untuk menginstal driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang anda gunakan.

http://www.dedepurnama.com
»»  READMORE...

Komputer sudah di tombol Komputer tetap nggak nyala


Permasalahan ini terjadi ketika anda menekan power untuk mengaktifkan atau menghidupkan PC, tetapi komputer atau PC tetap tidak mau hidup. Jika hal ini terjadi pada komputer anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap dengan langkah-langkah berikut:
 
Memeriksa kelistrikan
1. Periksa semua jaringan listrik. Apakah kabel power suply sudah terpasang dengan baik?
2. Jika anda menggunakan UPS (Uniterruptable Power Suplay) dan stabilizer AVR (Automated Voltage Regulator), pastikan semua dalam posisi on dan dapat berfungsi dengan baik.
3. Jika hal tersebut bukan penyebabnya, kemungkinan berikutnya adalah pada komputer anda. Sekarang lakukan pemeriksaan pada PC.

Pengecekan komponen Komputer
1. Pastiakan kabel power yang terpasang ke soket power pada mainboard terpasang dengan baik. Coba anda tekan-tekan konektor power yang terpasang ke soket power suply.
2. Jika tidak mau hidup juga, pastikan semua kabel yangterhubung ke tombol power pada casing telah terpasang dengan benar pada konektor pinnya di motherboard.
3. Pastikan power suply memang dalam keadaan hidup, dengan melakukan pengetesan pada Komputer/CPU lain.
4. Jika ternyata power suply dalam keadaan baik (me lalui pengetesan)dan semua kebel sudah benar, yang perlu diperiksa adalah motherboard dan prosesor. Coba pasangkan prosesor anda pada komputer lain yang sejenis dengan komputer anda. Perhatikan apakah komputer/CPU dapat dihidupkan? Jika CPU tersebut dapat hidup, berarti kerusakan hanya pada motherboard. Namun jika memang tidak dapat hidup, berarti prosesor mengalami kerusakan.
5. Biasanya hal seperti ini diakibatkan oleh kerusakan pada komponen pada motherboard yang bersangkutan denga catu daya. Untuk permasalahan seperti ini sebaiknya serahkan pada teknisi yang sudah ahli.

http://www.dedepurnama.com
»»  READMORE...

Blog Archive

Komentar

Popular Posts

Gunakan Sebaik - Baiknya